Logika Matematika
1.
Proposisi
(Ady Daryanto,2010) Sebuah proposisi (proposition)
atau statement ialah sebuah kalimat
deklaratif (pernyataan) yang memiliki tepat satu nilai kebenaran, yaitu:”Benar”(B) atau ”Salah”(S). NILAI KEBENARAN suatu pernyataan didasarkan pada fakta
ilmiah atau kesepakatan umum. Suatu proposisi adalah sebuah variabel logika p,
q, r, ... atau sebuah ungkapan yang dibangun dari variabel-variabel ini dan
hubungan dengan logika (Ù, Ú, ~).
Contoh
soal:
1)
Jakarta
adalah ibukota negara Republik Indonesia.
2)
Ponorogo
terletak di propinsi Jawa Tengah.
3)
1
+ 2 = 3
4)
2
+ 2 = 5
5)
Jam
berapakah sekarang?
6)
Silahkan
masuk ke ruangan!
7)
x + 2 = 3
Jawaban:
No. 1 dan 3 proposisi bernilai benar (T)
No. 2 dan 4 proposisi bernilai salah (F)
No. 5 dan 6 bukan proposisi karena pertanyaan dan permintaan.
No. 7, bila x=1 maka proposisi benar, tp bila x=2 maka proposisi salah. Kebenarannya tidak pasti maka ia bukan proposisi tetapi fungsi proposisi.
No. 1 dan 3 proposisi bernilai benar (T)
No. 2 dan 4 proposisi bernilai salah (F)
No. 5 dan 6 bukan proposisi karena pertanyaan dan permintaan.
No. 7, bila x=1 maka proposisi benar, tp bila x=2 maka proposisi salah. Kebenarannya tidak pasti maka ia bukan proposisi tetapi fungsi proposisi.
2.
Operator
Logika dan Tabel Kebenaran
Dalam logika matematika
dikenal sebanyak 5 penghubung, yaitu:
1. Negasi
2. Disjungsi
1. Negasi
2. Disjungsi
3. Konjungsi
4. Implikasi
5. Biimplikasi
4. Implikasi
5. Biimplikasi
Berikut tabel kebenaran beserta operasinya.
a.
Negasi
(Ingkaran)
Negasi merupakan bentuk operasi dimana statement yang ada akan
dibalik nilai kebenarannya. Dimuat dalam tabel dengan operasi sebagai berikut.
|
P
|
~P
|
|
B
|
S
|
|
S
|
B
|
Tabel 2.1
Tabel kebenaran negasi
Negasi memiliki simbol ( ~ ). Jadi ketika suatu statement memiliki suatu nilai misal B
(Benar) lalu kita negasi kan, maka statement
tersebut akan berubah menjadi nilai S (Salah).
b.
Disjungsi
Disjungsi merupakan suatu bentuk operasi pada dua buah kalimat
atau statement yang jika digabungkan dengan kata atau ( V ) maka akan
menghasilkan statement baru yang memiliki nilai kebenaran yang baru. Berikut
tabel kebenarannya:
|
p
|
q
|
pvq
|
|
B
|
B
|
B
|
|
B
|
S
|
B
|
|
S
|
B
|
B
|
|
S
|
S
|
S
|
Tabel 2.2
Tabel kebenaran disjungsi
Simbol pada disjungsi adalah ( V ). Kalimat pertama akan
digabungkan dengan kalimat kedua dengan menggunakan kata atau lalu menghasilkan
nilai kebenaran baru. Agar mudah mengingatnya, pada disjungsi, nilai p V q akan
bernilai salah ketika p adalah salah dan q adalah salah. Selebihnya, nilai p V
q bernilai benar.
c.
Konjungsi
Konjungsi merupakan suatu bentuk operasi pada dua buah kalimat
atau statement yang jika digabungkan dengan kata dan (^) maka akan menghasilkan
statement baru yang memiliki nilai
kebenaran yang baru. Berikut tabel kebenarannya:
|
p
|
q
|
p^q
|
|
B
|
B
|
B
|
|
B
|
S
|
S
|
|
S
|
B
|
S
|
|
S
|
S
|
S
|
Tabel 2.3
Tabel kebenaran konjungsi
Simbol pada konjungsi adalah (^). Kalimat pertama akan digabungkan
dengan kalimat kedua dengan menggunakan kata dan lalu menghasilkan nilai
kebenaran baru. Agar mudah mengingatnya, pada konjungsi , nilai p V q akan
bernilai benar ketika p adalah salah dan q adalah benar. Selebihnya, nilai p V
q bernilai salah.
d.
Implikasi
Implikasi merupakan bentuk operasi dua buah kalimat yang jika
digabung akan menghasilkan kalimat baru dengan nilai yang baru. Untuk
kondisional, menggunakan kalimat penghubung jika, maka. Berikut tabel
kebenarannya:
|
p
|
q
|
p->q
|
|
B
|
B
|
B
|
|
B
|
S
|
S
|
|
S
|
B
|
B
|
|
S
|
S
|
B
|
Tabel 2.4 Tabel kebenaran implikasi
e.
Biimplikasi
Biimplikasi adalah bentuk
operasi dua buah kalimat yang jika dihubungkan akan membentuk kalimat baru
dengan nilai yang 12 baru. Biimplikasi menggunakan kalimat penghubung jika dan
hanya jika. Perhatikan tabel kebenaran berikut:
|
p
|
q
|
P<->q
|
|
B
|
B
|
B
|
|
B
|
S
|
S
|
|
S
|
B
|
S
|
|
S
|
S
|
B
|
Tabel 2.5 Tabel kebenaran biimplikasi
Simbol yang digunakan
adalah ( ↔ ) tanda panah dua arah.
Kalimat digabungkan dengan kata jika dan hanya jika.
3.
Tautologi, Kontradiksi, dan Kontingensi
(Putu
Darmayasa, 2016) Tautologi
adalah pernyataan majemuk yang selalu bernilai BENAR untuk semua kemungkinan
nilai kebenaran komponen-komponennya.
Kontradiksi
adalah pernyataan majemuk yang selalu bernilai SALAH untuk semua kemungkinan
nilai kebenaran komponen-komponennya.
Kontingensi
adalah pernyataan majemuk yang tidak selalu bernilai BENAR dan tidak selalu
bernilai SALAH (bukan Tautologi dan bukan Kontradiksi) untuk semua kemungkinan
nilai kebenaran komponen-komponennya. Artinya dalam kontingensi, nilai
kebenarannya sekaligus memuat BENAR dan SALAH.
Contoh :
Besok
akan turun hujun atau tidak turun hujan = tautologi
2 adalah
bilangan genap dan bilangan ganjil = kontradiksi
a.
Contoh Tautologi:
Buktikan bahwa proposisi p v ~ (p ^q) adalah
sebuah tautologi. Buatlah tabel kebenarannya!
Jawab:
|
p
|
q
|
P^q
|
~(p^q)
|
p v~(p^q)
|
|
B
|
B
|
B
|
S
|
B
|
|
B
|
S
|
S
|
B
|
B
|
|
S
|
B
|
S
|
B
|
B
|
|
S
|
S
|
S
|
B
|
B
|
Karena nilai kebenaran dari p v ~ (p^q)
adalah B (Benar) untuk semua nilai p dan q maka proposisi adalah sebuah Tautologi.
b.
Contoh Kontradiksi:
Buktikan bahwa proposisi (p^q) ^ ~ (pvq)
adalah sebuah Kontradiksi.
Jawab:
Tabel Kebenaran
|
p
|
q
|
p^q
|
pvq
|
~(pvq)
|
(p^q)
^~(pvq)
|
|
B
|
B
|
B
|
B
|
S
|
S
|
|
B
|
S
|
S
|
B
|
S
|
S
|
|
S
|
B
|
S
|
B
|
S
|
S
|
|
S
|
S
|
S
|
S
|
B
|
S
|
Karena nilai kebenaran dari (pÙq) Ù ~ (pÚq) adalah S (salah) untuk semua nilai p
dan q maka proposisi adalah sebuah kontradiksi.
c. Contoh Kontingensi:
Tunjukkan bahwa pernyataan
majemuk (p ->q) ^ p adalah kontingensi!
Jawab:
Tabel Kebenaran
|
p
|
q
|
~p
|
P->q
|
(p->q)^p
|
|
B
|
B
|
S
|
B
|
B
|
|
B
|
S
|
S
|
S
|
S
|
|
S
|
B
|
B
|
S
|
S
|
|
S
|
S
|
B
|
S
|
S
|
Nilai kebenaran dari
pernyataan (p->q) ^ p adalah BSSS (tidak semuanya BENAR dan tidak semuanya
SALAH), sehingga pernyataan (p->q) ^p adalah kontingensi.
4.
Ekivalensi
(Nurmala Yaya, 2016) Ekivalensi adalah
dua pernyataan majemuk yang memiliki nilai kebenaran yang sama.
Contoh Ekivalensi:
p ^ q Ekivalensi q^p
Jawab:
Tabel
Kebenaran
|
p
|
q
|
p^q
|
q^p
|
|
B
|
B
|
B
|
B
|
|
B
|
S
|
S
|
S
|
|
S
|
B
|
S
|
S
|
|
S
|
S
|
S
|
S
|
Nilai dua
pernyataan diatas memiliki nilai kebenaran yang sama BSSS, sehingga disebut Ekivalensi.
TI Politala Matdis 1A
Komentar
Posting Komentar